PenipuanPenipuan merupakan sebuah kebohongan yang dibuat untuk keuntungan pribadi tetapi merugikan orang lain, meskipun ia memiliki arti hukum yang lebih dalam, detail jelasnya bervariasi di berbagai wilayah hukum.

R. Sugandhi (1980 : 396-397) menjelaskan Penipuan merupakan tindakan seseorang dengan tipu muslihat, rangkaian kebohongan, nama palsu dan keadaan palsu dengan maksud menguntungkan diri sendiri dengan tiada hak. Rangkaian kebohongan ialah susunan kalimat-kalimat bohong yang tersusun demikian rupa yang merupakan cerita sesuatu yang seakan-akan benar.

Biasanya seseorang yang melakukan penipuan, adalah menerangkan sesuatu yang seolah-olah betul atau terjadi, tetapi sesungguhnya perkataannya itu adalah tidak sesuai dengan kenyataannya, karena tujuannya hanya untuk meyakinkan orang yang menjadi sasaran agar diikuti keinginannya, sedangkan menggunakan nama palsu supaya yang bersangkutan idak diketahui identitasnya, begitu pula dengan menggunakan kedudukan palsu agar orang yakin akan perkataannya.

Kasus Penipuan Via SMS/Telepon

Kemarin pada hari Jumat Tanggal 12 Juli 2013 pukul 08:15 saya dikejutkan dengan datangnya sms dari nomor 081554441788 yang berbunyi : “Saya Bapak Rizal Qosim (Pudek III Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), Kami sampaikan kepada sauda Anjar (nama samaran atau yang disamarkan), diharapkan menghubungi Bapak Prof. Dr. Musa Asyari (HP: 08161622116), sehubungan anda ditunjuk mengikuti Seminar Nasional DITJEN DIKTI, Perihal ; Undangan peserta Peningkatan Mutu Pendidikan Karakter Mahasiswa, Penelitian dan Pemberian Bantuan Dana Usaha 2013, yang dilaksanakan pada tanggal 20-21 Juli 2013 di Hotel Borobudur Jakarta”. Karena saya tidak membalasnya, sehingga berulang kali sms tersebut masuk dengan bunyi sms yang sama, dan yang kesekian kalinya masuk lagi sms dari nomor 081554441788 (nomor yang sama seperti nomor yang yang disebutkan diatas), isi sms-nya seperti ini : “Saya Bapak Rizal Qosim (Pudek III Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), Kami sampaikan kepada sauda Anjar (nama samaran atau yang disamarkan), diharapkan menghubungi Bapak Prof. Dr. Musa Asyari (HP: 08161622116), sehubungan anda ditunjuk mengikuti Seminar Nasional DITJEN DIKTI, Perihal ; Undangan peserta Peningkatan Mutu Pendidikan Karakter Mahasiswa, Penelitian dan Pemberian Bantuan Dana Usaha 2013, yang dilaksanakan pada tanggal 18-19 Juli 2013 di Hotel Borobudur Jakarta”. (kok tanggal pelaksanaannya beda yach? Yang pertama tertera “pelaksanaannya pada tanggal 20-21 Juli 2013 di Hotel Borobudur Jakarta” sedangkan bunyi sms yang lain “dilaksanakan tanggal 18-19 Juli 2013 di Hotel Borobudur Jakarta”, Bertanya dalam hati), pasti ini cuman sms penipuan, begitu kuberucap dalam hati.

Beberapa saat kemudian, karena melihat saya tidak menghiraukan (tidak merespon) sms tersebut, saya dikejutkan dengan datangnya telepon dari nomor yang sms tersebut (081554441788), lalu dengan santunnya dia membawa salam, dan memperkenalkan namanya “Pak Rizal Qosim (Pudek III Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)”, dengan lincahnya sang penipu tersebut menjelaskan perihal dari maksud dia menghubingi atau menelepon saya, dia menjelaskan bahwa saya adalah salahsatu dari 5 mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang ditunjuk untuk mengikuti Seminar Nasional DITJEN DIKTI, Perihal ; Undangan peserta Peningkatan Mutu Pendidikan Karakter Mahasiswa, Penelitian dan Pemberian Bantuan Dana Usaha 2013, yang dilaksanakan pada tanggal 20-21 Juli 2013 di Hotel Borobudur Jakarta”, dan penelepon tersebut menjelaskan bahwasannya semua akomodasi, transportasi dan lain sebagainya tersebut akan ditanggung oleh pihak DITJEN DIKTI, dana untuk itu semua akan ditransferkan ke rekening para peserta yang diundang tersebut senilai Rp. 8.000.000,- (delapan juta rupiah), setelah dia menjelaskan panjang lebar terkait tujuannya tersebut lalu yang penelepon tersebut berbesar agar segera meelepon Bapak Prof. Dr. Musa Asyari (HP: 08161622116), setelah itu dia berpesan lagi, jangan lupa hubungi secepatnya yach, lalu saya menjawabnya “ia pak, nanti saya telepon beliau, saya pergi isi pulsa dulu”, lalu dia bawa salam tanda dia menutup perbincangan tersebut, saya menjawab salamnya, lalu teleponnya di matikan. Hehehe, (lugu sekali yach saya menjawabnya), berpikir dalam hati, masa ia seorang rektor mau menelepon langsung mahasiswa-mahasiswa kalau hanya emang terkait masalah itu. Yach mungkin aja cih benar, apa salahnya tak coba tuk telpon beliau, begitu saya berpikir dalam hati.

Bergegas saya pergi ke counter untuk membeli pulsa, gak usah isi banyak-banyak dech, isi 5 ribu aja (berpikir dalam hati, hehe). Sesampainya di counter lalu saya mengisi pulsa, usai mengisi pulsa lalu saya menghubungi 08161622116 (yang mengatasnamakan rektor UIN SUKA tersebut), sang pemilik nomor tersebut mengangkatnya dan saya memberi salam lalu sang penipu tersebut menjawab salam tersebut, lalu saya menanyakan “apakah benar ini dengan Bapak Musa Asyari”,  ini saya Anjar (nama samaran atau yang disamarkan), saya dapat informasi dari pak Rizal Qosim (Pudek III Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), bahwasannya saya ditunjuk sebagai salahsatu Undangan peserta mengikuti Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh DITJEN DIKTI, acara tersebut terkait Peningkatan Mutu Pendidikan Karakter Mahasiswa, Penelitian dan Pemberian Bantuan Dana Usaha 2013, yang dilaksanakan pada tanggal 18-19 Juli 2013 di Hotel Borobudur Jakarta. Apakah itu benar, saya bertanya pada seseorang yang mengaku diri rektor uin tersebut, lalu orang tersebut menjawabnya, “ia bener sekali, sudah dari kemarin-kemarin saya menunggu telepon dari Anjar (nama samaran atau yang disamarkan), kok baru sekarang teleponnya? Dia bertanya”, oh iya pak, saya baru dapat informasi tadi pagi, makanya baru saya hubungi bapak sekarang (begitu saya menjawab), oh begitu ceritanya, lalu dia menambahkan “emang benar perihal undangan tersebut”, sang penipu itu menjawab, dia melanjutkan obrolannya “kebetulan ini saya lagi bersama panitia dari acara Seminar Nasional DITJEN DIKTI tersebut, ini lagi saya los spikier dan mendengarkan bersama-sama dengan pihak DITJEN DIKTI, tersebut menambahkan penjelasannya bahwasannya semua akomodasi, transportasi dan lain sebagainya tersebut akan ditanggung oleh pihak DITJEN DIKTI, dana untuk itu semua akan ditransferkan ke rekening para peserta yang diundang tersebut senilai Rp. 8.000.000,- (delapan juta rupiah)” oleh karena itu saudara Anjar (nama samaran atau yang disamarkan) diharapkan ikut diacara tersebut, lalu saya menjawab, “insya Allah saya akan ikut, karena kebetulan pada tanggal tersebut saya tidak ada acara”, lalu dia menjawab lagi “ok, kalau begitu sebutkan nomor rekeningmu, karena saat ini pihak DITJEN DIKTI juga mendengar suaramu dan obrolan kita ini akan direkam”, lalu dengan lugunya saya menyebutkan nomor rekeningku, berlanjut dia menanyakan, “berapa saldo didalam rekeningmu saat ini sebelum nanti dari pihak DITJEN DIKTI mentransfer uang tersebut?”, saya bertanya dalam hati, haah, apa-apaan ini, kok Tanya-tanya saldo juga, hhmmm…dari obrolan tersebut, udah semakin bertambah ketidakyakinan dengan semua ini. Lalu pulsa saya habis, dan obrolan lewat telepon itupun terputus, kemudian saya mengirim pesan via sms ke nomor 08161622116 (yang mengatasnamakan rektor UIN SUKA tersebut), “pulsa saya saat ini sudah habis, nanti saya akan kroscek langsung ke fakultas dan kerektorat terkait informasi yang saya peroleh ini”.

Dikarenakan pagi kemarin (hari Jumat Tanggal 12 Juli 2013) saya ada kesibukan lain, sehingga paginya saya belum bisa kroscek di kampus, tiba waktunya sore hari dan kesibukan lain hari itu tidak ada lagi, lalu saya bergegas menuju kampus menanyakan terkait masalah itu di Dekanat Syariah dan Hukum, ternyata pelayanan kantor di bulan Ramadhan telah ditutup jam 1 siang, kemudian saya bergegas turun (karena kantor dekanat berada di lantai 2), setelah saya sampai dilantai 1 lalu bergegas kehalaman depan timur Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, di halaman fakultas saya bertemu dengan beberapa sahabat-sahatku, ternyata kedatangan mereka dikampus mengalami kasus yang sama, yaitu kasus penipuan yang seperti saya uraikan diatas. Dikarenakan pelayanan di fakultas dah tutup, lalu saya dan beberapa sahabat yang mengalami kasus serupa tersebut berinisiatif mendatangi gedung rektorat dan menanyakan langsung terkait informasi tersebut, lalu sampainya di gedung rektorat, ternyata masih sama, hamper semua karyawan sudah tidak ada lagi, lalu bergegas di ruang bagian akademik, ternyata masih ada beberapa karyawan yang masih menyelesaikan pekerjaannya, dan langsung kami menyamperi salahsatu karyawan bagian akademik tersebut, lalu kami menceritakan tentang kejadian tersebut, lalu bapak tersebut menjawab, “kalau terkait informasi tersebut didak benar adanya, masa seorang rektor menghubungi langsung mahasiswanya mengenai hal yang demikian?, tapi agar lebih menyakinkan kalian lagi, alangkah baiknya kalian kroscek di fakultas atau coba hubungi pembantu dekan atau dekan via telepon”, okelah kalau informasinya seperti itu, nanti kami akan coba menghubungi dekan atau Pudek menanyakan terkait informasi tersebut.

Usai menghadap digedung rektor (menanyakan kejelasan informasi tersebut), lalu saya telepon salahsatu sahabat saya, dan meminta nomor telepon dekan atau pembantu dekan, lalu sahabat saya tersebut menjawab, oke, nanti saya cek dulu di hand phone saya, nanti kalau ada, saya sms ke sampean (begitulah sahabat saya berucap via telepon), lalu beberapa menit kemudian ada sms dari sahabat saya yang saya telepon barusan, ternyata isi sms tersebut informasi nomor hand phone dekan, setelah saya mendapatkan nomor telepon dekan tersebut, lalu saya langsung menelepon dekan tersebut, dan menanyakan terkait informasi yang telah beredar tersebut. Lalau dekan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut sambil ketawa-keta, “itu kasusnya sama dengan beberapa mahasiswa yang menghadap saya tadi pagi, informasi tersebut tidak benar adanya, itu jelas-jelas orang yang berusaha menipu, jadi harapannya kepada seluruh mahasiswa agar berhati-hati bilamana mendapatkan informasi yang seperti demikian”.

Penutup dan Saran:

Itulah serangkain pencarian informasi yang saya lakukan, untung saya mempunyai kecurigaan dari awal, sehingga belum terjadi apa-apa yang tidak diinginkan, dengan adanya informasi-informasi yang didapatkan disumber yang tepat tersebut, lalu saya meresa lega. Oleh karena itu, harapan saya kepada seluruh mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan seluruh warga Indonesia, apabila mendapatkan informasi-informasi dengan modus atau iming-iming memberikan uang atau mendapatkan hadiah sesuatu, dan mengharuskan teman-teman semuanya untuk mentransferkan sejumlah uang, saya harapkan jangan, jangan sekali-kali terpedaya dengan informasi manis yang mereka sampaikan, agar teman-teman tidak menyesal dikemudian hari, maka, apabila mendapatkan informasi, sebelum bertindak, alangkah lebih baik dan eloknya bila kita mengkroscek dulu kebenaran-kebenaran dari informasi yang mereka sampaikan, krosceklah ke orang yang tepat atau di sumber yang terpercaya sesuai dengan dimana informasi tersebut, misalnya seperti contoh yang saya uraikan diatas, maka krosceklah langsung ke pihak dekanat atau pihak rektorat terlebih dahulu, sebelum melakukan segala sesuatu. Akhir kata, mudah-mudahan uraian diatas sedikit bisa memberi pencerahan dan mudah-mudahan kita lebih berhati-hati lagi bila menghadapi persoalan seperti yang demikian. Trimakasih.