By M. Jamil[1]

  1. A. PENDAHULUAN

Diawali dengan pertanyaan yang sangat sederhana sekaligus pelik dalam menjawabnya, yaitu apa dan bagaimanakah yang dengan analisis sosial? Secara bahasa analisis sosial yaitu suatu pengamatan atas terjadinya suatu fakta hukum, baik yang telah terjadi, yang tengah terjadi maupun yang akan terjadi. Analisis yang digunakan untuk mengetahui kebenaran dibalik fakta tersebut dan apa kepentingan yang ada dibelakangnya?

kepentingan yang dibelakangnya kita berbicara persoalan analisis sosial, maka kita suka tidak suka, kita dituntut untuk mau memahami arti dari sebuah sistem dan ideologi.

  1. B. PEMAPARAN FAKTA

Fakta-fakta yang telah terjadi di Indonesia sudah sangatlah banyak, namun fakta atas terjadinya berbagai macam konflik hingga pembunuhan demi pembunuhan menjadi suatu praktek yang tidak lagi terbantahkan di negeri yang permai ini. Dari pembunuhan kelas kacang hingga pembunuhan terhadap tokoh-tokoh bangsa terjadi atas nama kepentingan keamanan Negara. Begitu pula dengan kasus petrus, kasus Tanjung Priuk, kasus Trisakti, kasus Abepura, kasus tragedi Sampit, lepasnya Timor Leste, Aceh, Papua dan terakhir yang baru hangat lagi adalah kasus RUUK. Di sisi lain kasus free Port, Exon mobile, PT. Aqua hingga ke kasus penjualan pulau juga merupakan kasus yang harus diketahui aktor dan kepentingan siapa yang ada dibelakangnya. Termasuk mengapa kebijakan pemerintah yang jelas-jelas melukai hati rakyat itu bisa tetap keluar dan diberlakukan. Mengapa semua itu harus terjadi di negeri ini?

  1. C. PENYEBAB

Percaya atau pun tidak, saya hingga hari ini berani berpendapat bahwa, saat ini Negara kita tengah dalam proses penghancuran secara sistemik. Baik dari sistem hukum itu bergerak (UU), sistem pemerintahan yang konon Negara ini adalah Negara demokratis hingga pada level politik adu domba dan pecah belah ditengah masyarakat indonesia yang multicultur, yang kemudian semua proses penghancuran melalui sistem ini akan sekaligus menjawab semua persoalan yang telah disebutkan diatas tadi mengapa sampai terjadi.

  1. D. ANALISIS IDEOLOGIS

Untuk menjawab semua persoalan diatas, kita tidak bisa menjawab dan mengetahui kebenaran yang sebenarnya yang ada dibalik fakta itu jika tidak kita tarik langsung dari-sumber masalahnya. Karena yang menjadi persoalan utama dari kesekian banyak kasus itu terjadi di Indonesia karena pada persoalan konstruksi berfikir manusianya. Terkait dengan persoalan alam berfikir manusia tentunya kita tidak bisa lepas dari apa yang disebut dengan sebuah ideologi. Ideologi adalah kerangka berfikir manusia tentang suatu ide atau gagasan tentang bagaimana tata kehidupan manusia dimasa mendatang dan juga kemudian akan menjadikan cara pandang ia terhadap, sesuatu itu sebagai suatu sikap.

Banyak perspektif yang telah digambarkan oleh para tokoh dunia tentang gagasan-gagasan kehidupan manusia yaitu antara lain ideology Pancasila, kapital, liberal dll. Pertarungan antar ideology inilah yang saat ini terjadi. Imperialisme dalam bentuk penjajahan dalam bentuk fisik sudah tidak lagi digunakan, kini berubah bentuk ke pada wajah imperialisme baru (neoliberalisme). Siapa yang paling kuat pengikutnya dan dijalankan secara sistemik maka ialah yang akan menguasai dunia.

  1. E. CARA GERAK IDEOLOGI.

IDEOLOGI => Lembaga-lembaga Dunia Internasional (dilahirkan kebijakan­kebijakan politik hukum WTO, PBB, World Bank, dll guna penerapan hukumnya diberlakukan disetiap negara.) => Negara (keluar UU) => Rakyat KONFLIK.

  1. F. SKEMA KEKUATAN DI INDONESIA

Peta kekuatan perubahan di Indonesia terbagi menjadi tiga bagian, yaitu:

  1. Golongan elite

Golongan Elite ini terdiri dari orang-orang yang mengisi jabatan dipemerintahan berserta politisi.

  1. Golongan menengah

Golongan menengah ini terdiri dari mahasiswa. budayawan, dosen dll.

  1. Golongan bawah

Golongan bawah itu terdiri dari tukang ojek, petani, buruh, nelayan dll.

  1. G. GRAFIK GERAKAN MAHASISWA
    1. Semenjak Budi Utomo, Sumpah Pemuda, Proklamasi, Tragedi 1965 dan berakhir pada fase 1998 ini adalah merupakan fase naik.
    2. Sedangkan dari tahun 1998 hingga 2010 atau saat ini adalah fase turunnya predikat mahasiswa secara tajam. Belum lagi strategi pecan belah yang menerjang mahasiswa.

Catatan: Parameter untuk menentukan grafik itu naik atau turun adalah dilihat dari penilaian terhadap pengawalan isu.

  1. H. KESIMPULAN
    1. Hukum itu adalah media justifikasi kebenaran atau kesalahan, secara juridis. Sekalipun keputusan itu tidak humanis, maka hukumnya akan tetap sah secara juridis dan mempunyai kekuatan pemberlakuannya.
    2. Semakin banyak ideology yang ada disuatu Negara maka akan semakin banyak konflik.
    3. Nation character building.
    4. Apa dan bagaimanakah peran PERMAHI diantara pertarungan ini?? Ini adalah PR yang harus dijawab oleh Seluruh Kader Permahi diseluruh Indonesia.

Sumber :

Zuli Hendrawan (Ka Hub. Pemeliharaan dan Pengembangan Hukum DPC PERMAHI 2009-2010) disampaikan dalam MAPERCA (Masa Perkenalan Calon Anggota) PERMAHI DIY pada tanggal 12 Desember 2010.


[1] Adalah salah satu Anggota DPC PERMAHI (Persatuan Mahasiswa Hukum Indonesia) Yogyakarta 2010-2011, juga sebagai salah satu Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Angkatan Pertama (2009/2010)